Jumat, 24 Juni 2011

PERILAKU MENYIMPANG REMAJA

Teori patologi sosial :
Tidak ada keadaan atau perilaku yang betul-betul normal secara ideal, tetapi yang ada keadaan antara normal dan abnormal, oleh karena itu perilaku menyimpang memiliki rentang yang cukup luas.

A. PENGERTIAN PERILAKU MENYIMPANG

Perilaku menyimpang : bilamana perilaku seseorang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan juga melanggar aturan-aturan, nilai-nilai dan norma, baik norma agama, hukum maupun adat istiadat.

Andi Mappiare 91982) :
Perilaku menyimpang disebut juga tingkah laku bermasalah.
Tingkah laku bermasalah : tingkah laku yang masih dalam batas ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan sebagai akibat adanya perubahan fisik dan psikis, dan atau selama tidak merugikan dirinya sendiri da masyarakat.

Medinus dan Johnson (1976)
Perilaku agresif tidak selalu merugikan, mis : seorang anak agresif justru berhasil dalam kompetisi dan gigih dalam berusaha.

Hurlock (1990)
Remaja yang kematangannya terlambat dan sering diperlakukan seperti anak-anak dapat menimbulkan perilaku menyimpang seperti melawan, tidak patuh, merusak , dsb.

Bill S Reksadjaya, 1981
 Pandangan aliran Behaviorisme
Perilaku menyimpang terjadi bila:
• Seorang gagal menemukan cara-cara penyelesaian yang cocok untuk perilakunya
• Seseorang belajar tentang cara-cara penyesuaian yang salah (molodaptive dan ineffective)
• Seseorang dihadapkan pada konflik-konflik yang tidak mampu diatasinya.

Untuk mengatasinya : gunakan prinsip belajar, yaitu memberi penguatan terhadap kondisi perilaku positif untuk menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan , mis : memberi pujian

 Pandangan Humanisme
Perilaku menyimpang disebabkan oleh :
• Seseorang belajar mengenai sikap penyesuaian yang salah
• Seseorang menggunakan cara-cara mekanisme pertahanan diri (defense mecanism) secara berlebihan

Slavin (1976)
Remaja pada umumnya mengalami gangguan emosional dan ini dapat menimpbulkan perilaku menyimpang (deliquency), seperti : penyalahgunaan napza, penyimpangan seksual, dsb



Moslow dan Mittelman (dalam Kartini-Kartono, 1985)
Ciri-ciri pribadi normal dan mental yang sehat adalah:
a. Memiliki perasaan aman
b. Mempunyai spontanitas dan emosionalitas yang tepat
c. Mampu menilai dirinya secara objektid dan positif
d. Mempunyai kontak dengan suatu realitas secara baik
e. Memiliki dorongan-dorongan dan nafsu jasmaniah yang sehat serta memiliki kemampuan-kemampuan untuk memenuhi pemanfaatannya
f. Mempunyai pemahaman diri yang baik
g. Mempunyai tujuan hidup yang jelas
h. Memiliki kemampuan untuk belajar dari pengalaman hidupnya
i. Ada kesanggupan untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan kelompok dimana saja ia berada
j. Ada sikap emansipasi yang sehat terhadap kelompoknya dan kebudayaannya
k. Ada intgrasi dalam kepribadiannya

B. WUJUD PERILAKU MENYIMPANG

Gunarsa (1986) perilaku menyimpang dibedakan dalam 2 jenis :
1. Penyimpangan bersifat amoral dan asosial yang tidak diatur dalam Undang-undang (tidak termasuk pelanggaran hukum), mis : membolos, kabur dari rumah, membaca buku porno,pakaian tidak pantas, miras, dsb
2. Penyimpangan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum (kenalakan remaja / deliquency), mis : judi, membunuh, memperkosa, mencuri, dsb.

Perilaku menyimpang yang sering terjadi pada remaja :
1. Suka bolos sekolah
2. Tidak suka bergaul
3. Berbihing
4. Suka berkelahi/mengganggu teman
5. Suka merusak fasilitas
6. Sering mencuri barang orang lain
7. Suka mencari perhatian
8. Ugal-ugalan/kebut2an di jalan
9. Kecanduan narkotika dan narkoba
10. Minum miras
11. Pemerkosaan dan sex bebas
12. Melakukan perjudian
13. Melakukan pemerasan
14. Suka melawan
15. Berpikir aru bersifat dan berperilaku radikal/ekstrim

C. KEADAAN/KONDISI REMAJA YANG POTEENSIAL MENGALAMI PERILAKU MENYIMPANG
Gejala perilaku menyimpang :
1. Remaja tsb tidak disukai teman-temannya (jadi suka menyendiri)
2. Remaja yang menghindarkan diri dari tanggung jawab baik di rumah/disekolah
3. Remaja sering mengeluh (tidak bisa mengatasi masalahnya)
4. Remaja suka berbohong
5. Remaja sering mengganggu dan menyakiti teman/org lain
6. Remaja tidak suka dengan guru/mata pelajarannya

D. FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA PERILAKU MENYIMPANG

Study Symond (dikutip oleh Moh Suryo 1985) :
Anak-anak yang berasal dari keluarga yang sering bertengkar ternyata lebih banyak mengalami masalah.

Study Lewin
90% anak-anak yang bersifat jujur itu berasal dari keluarga yang keadaannya stabil dan harmonis. 75% anak-anak pemohong berasal dari keluarga yang tidak harmonis (broken home)

Secara garis besar factor-faktor penyebab terjadinya tingkah laku menyimpang dapat berasal dari :

• Keadaan individu yang bersangkutan
 Potensi kecerdasannya rendah,sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan akademik sebagaimana yang diharapkan.Akibatnya ia sering frrustasi,mengalami konflik batin dan rendah diri
 Mempuyai masalah yang tidak terpecahkan
 Belajar cara penyesuaian diri yang salah
 Pengaruh dari lingkungan
 Tidak menemukan figur yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

• Dari luar individu yang bersangkutan

 Lingkungan Keluarga
1. Suasana kehidupan keluarga yang tidak menimbulkan rasa aman(Keluarga broken home)
2. Kontrol dari orang tua yang rendah,yang menyebabkan
3. berkurangnya disiplin dalam kehidupan keluarga.
4. Orang tua yang bersikap otoriter
5. Tuntutan orang tua terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak.
Kehadirannya dalam keluarga tidak diinginkan,sehingga orang tua tidak menyayanginya.

• Lingkungan Sekolah
1. Tuntutan kurikulum yang terlalu tinggi atau terlalu rendah disbanding kemampuan rata-rata anak yang bersangkutan
2. Longgarnya disiplin sekolah menyebabkan terjadinya pelanggaran peraturan yang ada.
3. Anak-anak sering tidak belajar karena guru sering tidak masuk,sehingga perilaku anak tidak terkontrol
4. Pendekatan yang dilakukan guru tidak sesuai dengan perkembangan remaja
5. Sarana dan prasarana sekolah kurang memadai,akibatnya aktivitas anak jadi terbatas.

• Lingkungan Masyarakat
1. Kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam membelajarkan anak atau mancegah pelanggaran tata tertib sekolah
2. Media cetak dan media elektronik yang beredar secara bebas yang sebenarnya belum layak buat remaja,misalnya berupa gambar porno,buku cerita cabul.
3. Adanya contoh/model di lingkungan masyarakat yang kurang menguntungkan bagi perkembangan remaja, misalnya main judi, minuman keras dan pelacuran



E. USAHA PENANGGULANGANNYA

Usaha penanggulangan perilaku menyimpang dapat bersifat pencegahan (peventif), pengentasan(currative), pembentulan (corrective), dan penjagaan atau pemeliharaan (preservative).

a. Usaha yang dilakukan oleh keluarga
• Menciptakan hubungan yang harmonis dan terbuka di antara anggota keluarga, anak mereka, lebih kerasan di rumah dari pada keluyuran di luar rumah.
• Orang tua jangan terlalu menuntut secara berlebihan kepada anak untuk berprestasi atau memaksakan kehendaknya untuk mengambil jurusan/bidang studi tertentu bilamana tidak sesuai dengan kemampuan/potensi yang dimiliki anak.
• membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dialami remaja.

b. Usaha yang dapat dilakukan oleh sekolah

• Menegakkan disiplin sekolah
• Membantu masalah yang dialami oleh siswa sebagaimana diketahui bahwa salah satu sumber terjadinya perilaku menyimpang yaitu siswa menghadapi masalah. Yang tidak terpecahkan.
• Menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana belajar
• sekolah perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

c. Usaha masyarakat dalam menangulangi perilaku menyimpang
• Secara bersama-sama ikut mengontrol dan menegur bila ada anak yang tidak masuk kelas pada jam pelajaran berlangsung, misalnya nongkrong di warung.
• Melaporkan kepada pihak sekolah bila mengetahui ada siswa dari sekolah itu melakukan tindakan menyimpang.
• Ikut menjaga ketertiban sekolah, dan menciptakan suasana yang aman dan nyaman untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang baik.

1 komentar:

  1. hmmp' yang di minta itu perilaku menyimpang memperkosa dan cara penanggulangannya , bukan pengertian dri prilaku menyimpang ..

    di buat lagi donk artikelnya ..
    prreeeeeeeeettttttttttttt :P

    BalasHapus